Sangkar yang Indah Tetaplah Sangkar

by - Thursday, December 19, 2019



"Kkkrr"

"Tetaplah di sini dan kamu akan tenang!" ucap seseorang terhadapku. Aku menatapnya dan merasa aneh karena terus berada di sini. Di sekelilingku ada banyak hal yang "terlihat indah". Ya, aku akui memang terlihat sangat indah dan terkadang membuat banyak orang iri melihatnya. Tapi, mereka tak pernah tahu, aku amat sangat tertekan dengan "keindahannya".

Aku memang sangat menyukai lingkunganku. Aku menyukainya dibanding apa pun. Tapi, tak banyak yang tahu kalau jangkauanku hanya sebatas kebun yang ada di sekitar sana. Di sana, tempatku untuk mencari makan, kawan dan mencari angin bebas. Selebihnya, aku berada di dalam sangkar indah yang cukup besar.

Ya, sangkar. Bolehkah aku menyebutnya seperti itu?



Kawananku banyak yang merasa iri dengan hal itu. Mereka melihat bahwa mereka belum melihat sangkar yang "seindah ini" di sekitarnya. Kecantikan yang mereka lihat bisa dapat dengan mudah dilihat dari perlakuan di dalamnya yang selalu memandikanku, memberiku makanan, dan bahkan memelukku dalam keadaan apa pun.

Pada awalnya aku merasa "sangat istimewa". Aku adalah burung kecil yang akan selalu terlihat baru saja keluar dari telur walau sudah bertahun-tahun lamanya ada di lingkungan itu. Saat keluar dari sangkar pun, mereka masih saja memelukku. Ku tahu mereka sangat menyayangiku.  Aku pun sebaliknya.

Semakin lama, tak hanya pelukan. Kakiku terikat dengan rantai. "Agar kami bisa terus melihatmu", katanya. Dari sangkar ini, aku bisa melihat kebun dan juga yang berada di luar kebun. Aku sangat ingin bisa mencoba pergi keluar dari kebun dan sangkar yang indah ini. Tapi rantai yang ada di kakiku masih sangat kuat.

"Bukankah kamu mempunyai sayap?" seseorang bertanya kepadaku.

Aku tahu. Aku memiliki sayap dan tubuh yang sangat baik keadaannya. Tapi, jika aku memaksakan diri keluar dari kebun dengan terbang setinggi dan sejauh mungkin, rantai itu masih mengikuti. Dan saat ada di batas keluar kebun, rantai itu semakin mengikat kakiku. Rasanya sangat menyakitkan.

Setiap kali ada yang berusaha menggapaiku untuk menikmati keadaan di luar kebun, rantai itu tak pernah bisa dilepaskan. Dan selalu berakhir dengan aku melihat hal-hal yang berada di luar keinginanku.

Saat kuutarakan saat aku ingin melihat keadaan di luar kebun, yang kulihat adalah pandangan menyebalkan yang seolah berkata "di sini lebih baik". Lalu, berakhir dengan aku yang selalu ada di dalam sangkar dan tak mendapat pelukan lagi. Yang kuinginkan hanya terbang seperti mereka yang selalu kulihat. Tak kurang tak lebih. Tapi nyatanya berada di sangkar lebih baik. Ya, katanya.

Di perbatasan luar kebun, aku bisa melihat banyak hal menyenangkan yang belum pernah aku rasakan. Aku terdiam, melihat sayapku yang tak berguna. Mataku lurus ke depan memperhatikan area luar kebun. Aku bisa melihat burung-burung lain yang terbang dengan bebas tanpa rantai di kakinya sepertiku. Aku bisa melihat burung-burung lain yang terus bercicit karena terlihat bahagia. Aku bisa melihat burung-burung lain yang merasakan banyak hal menyenangkan.



Mereka terlihat sangat bahagia. Tidak sepertiku.

Aku memang bahagia. Aku memiliki sangkar yang sangat indah, cantik, bagus. dan kadang menghangatkan. Di sekitar kebunku juga cukup menyenangkan. Aku bisa melihat rumput yang hijau bertebaran, bisa melihat aliran air yang jernih, udaranya yang tidak tercemar, suasananya juga terkadang menenangkan.

Tapi, bukankah aku seekor burung?

Sayap ini harus kugunakan untuk apa lagi selain untuk mencari makan dan kawan? Aku juga ingin bisa terbang setinggi dan sejauh yang kubisa. Aku juga ingin mencoba menggapai awan, langit dan lautan yang ada di luar kebun dan sangkar ini.

Dibanding mengikat kakiku dengan rantai, kenapa tidak sekalian memotong sayapku saja? Bukankah akan sama saja? Aku jadi tidak bisa pergi ke area luar sangkar seperti yang diinginkan, bukan?

Pada akhirnya, sangkar yang indah tetaplah sangkar. Tak akan ada seorang pun yang mengerti dengan hal itu.

You May Also Like

1 komentar

Halo semuanya, silakan tinggalkan jejak disini ya :) tolong jangan SPAM atau komentar yang berhubungan dengan SARA. Thanks :)

Instagram